Kasdim Cilacap Ikuti Vicon Laporan Sekda Provinsi Jateng Minggu ke-6 Tahun 2021

oleh -105 views

Cilacap – Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0703 Cilacap Mayor Inf Drs. Abdul Asis Lallo bersama Forkopimda Kabupaten Cilacap mengikuti Video Conference (Vicon) Laporan Sekda Provinsi Jateng terkait capaian tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Tengah pada minggu ke-6 tahun 2021, bertempat di Ruang Gadri Rumah Dinas Bupati Cilacap, Jln. Jenderal Sudirman No. 32 Cilacap, Jawa Tengah, Senin (15/2).

Hadir dalam vicon, Wakil Bupati Syamsul Auliya Rachman, S. STP., MSI, Palaksa Lanal Cilacap Letkol Laut (P) Wildan Ardiansyah, Kapolres Cilacap AKBP Dr. Leganek Mawardi, S.H., S.I.K., M.Si, Kasdim 0703/Cilacap Mayor Inf Drs. Abdul Asis Lallo, Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap Timotius Tri Ari Mulyanto, S.H., M.H, Sekda Kab. Cilacap Drs. Farid Ma’ruf, S.T., M.M, Asisten 1 Sekda Kab. Cilacap Dian Setya Budi, Kasatpol PP Cilacap Drs. Yuliaman Sutrisno, M.Si, Ka. Pelaksana BPBD Kab. Cilacap Drs. Tri Komara Sidhy Wijayanto, MM, Kepala Dinkes Kab. Cilacap dr. Pramesti Griana Dewi, M.Kes, M.Si. serta tamu undangan terkait lainya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan arahan Menteri Kesehatan RI yang intinya soal vaksin. Dirinya minta untuk persiapan pelaksanaan vaksin termasuk skenario skenario yang mesti ada saat capaian Vaksinasi untuk Indonesia, untuk Vaksin yang pertama tertinggi Bali, kemudian Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Namun demikian untuk yang Vaksinasi kedua Jawa Tengah masih tertinggi yaitu 59%, kemudian Bali 42%, Lalu Kalimantan Timur 46%. Dengan melihat posisi ini maka untuk Vaksin yang kedua kita juga minta untuk agar kita bisa melakukan percepatan percepatan dan kita sudah harus menyiapkan skenario untuk pejabat publik sekaligus mereka kelompok rentan sehingga aktivitasnya bisa berjalan. Yang kedua nanti kita ingin mendapatkan laporan sedikit tentang pelaksanaan PKKM di level 3 karena kalau kita melihat hasil selama ini cukup menggembirakan tapi kita tidak boleh lengah,” ucap Ganjar.

Sementara itu Plh Sekda Jateng Prasetyo Ari Wibowo memaparkan Kondisi Rumah Karantina terpusat di Jateng Tengah s.d tanggal 14 Februari 2021) antara lain AH Donohudan (Pemerintah Provinsi) : Kapasitas 872 TT, merawat 1.438 pasien konfirm dan selesai isolasi 1.395 (kondisi saat ini 36 orang, 6,4%) dirujuk 7 orang.

“Lanjut, BPSDMD Prov Jateng (Sumbing dan Muria), Kapasitas TT 266 (Sumbing 192, TT Muria 74), merawat 379 pasien konfirm dan selesai isolasi 323 (kondisi saat ini 33 orang, 12,4%) dirujuk 19 orang, Bapeltan Temanggung (Pemerintah Provinsi) Kapasitas 150 TT, saat ini belum digunakan, Rumah Karantina Kab/Kota, rumah karantina terpusat Kab/Kota saat ini sebanyak 13 lokasi termasuk aset daerah, hotel, dan puskesmas,” paparnya.

Lebih lanjut, Ketersediaan TT ICU, TT ISOLASI dan Nakes per 14 Februari 2021 antara lain jumlah existing TT ICU sebanyak 1.064 dan TT Isolasi sebanyak 9.125 (sesuai Data s.d Minggu ke-6 Tahun 2021).

“Pelaksanaan PPKM Mikro sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri No. 3 tahun 2021 tentang PPKM Berbasis Mikro Dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 dan Tindak lanjut Surat Edaran (S.E) Gubernur No. 443.5/ 0002350 tanggal 8 Februari 2021 tentang PPKM Berbasis Mikro untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Jateng,” tambahnya.

Evaluasi laporan perkembangan PPKM Mikro berbasis rumah keterangan pada umumya Semua Desa/Kelurahan telah membentuk Satgas, namun belum semua efektif dalam menegakkan Prokes secara ketat.

“Belum ada isolasi terpusat tingkat RW yang digunakan, warga pilih isoman (lsolasi Mandiri di rumah masing-masing), pelaksanaan tracing dilakukan, namun informasi adanya warga terpapar yang diterima Satgas sering terlambat,” tandasnya. Oke