Babinsa Bersama Kelompok Tani “Sidomuncul” Berantas Hama Tanaman Padi

Babinsa Bersama Kelompok Tani "Sidomuncul" Berantas Hama Tanaman Padi

CILACAP.NEWSKesugihan – Babinsa Desa Kesugihan Koramil 06/Kesugihan Kodim 0703/Cilacap Pelda Ruswadi bersama Kelompok Tani (Poktan) “Sidomuncul” melaksanakan kegiatan gerakan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tanaman padi di area pesawahan Desa Kesugihan Kecamatan Kesugihan, Senin (24/6/19).


Kegiatan ini dihadiri petugas pengendali OPT dari Dinas Pengendali OPT Provinsi Jateng wilayah Banyumas dan Cilacap, Ratin SP. dan Ketua Poktan Sidomuncul Budiono serta 30 orang anggota Poktan Sidomuncul.


Gerakan bersama ini dilakukan dengan cara melaksanakan penyemprotan tanaman padi yang dilakukan secara serentak di seluruh area pesawahan Desa Kesugihan guna mengendalikan hama wereng, walang sangit dan hama pengganggu tanaman padi lainnya. Selain untuk memberantas hama, juga mensukseskan program Upsus swasembada pangan di wilayah Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap.


Dikatakan Pelda Ruswadi, Babinsa Desa Kesugihan, tanaman padi ini merupakan komoditas utama dan perlu mendapat perhatikan dalam segi perawatannya sehingga membutuhkan teknik-teknik dan strategi khusus, terlebih ketika padi mulai diserang hama dan penyakit.
“Dengan melakukan penyemprotan pemberantasan hama tanaman padi diharapkan nantinya pada musim panen mendatang, hasil padi akan sesuai harapan,” kata Pelda Ruswadi. 


Lanjut Pelda Ruswadi, Teknik penyemprotan ini merupakan salah satu cara dalam mengendalikan serangan hama dan penyakit pada tanaman padi. Hal ini guna mengoptimalkan pertumbuhanya agar tumbuh dengan baik dan menghasilkan padi yang maksimal sesuai harapan petani,” Jelasnya.


Sebelumnya Petugas pengendali OPT, Ratin SP juga telah menyampaikan kepada para petani bahwa dalam melakukan penyemprotan tidak asal asalan, perlu menggunakan teknik menyemprot. Terlebih dahulu dilakukan dengan mengamati hama pengganggu tanaman padi, agar tahu apa yang akan dilakukan dan dicampurkan.


Menurut Ratin, bahan-bahan penyemprotan membutuhkan banyak campuran yang terkadang mengandung racun, maka sebaiknya tidak boleh dilakukan secara sembarangan, karena bisa mengakibatkan padi tidak tumbuh dengan baik.  CN.0001_Urip/Elthree
Baca Juga  Hadiri Reorganisasi LMDH dan Pembentukan Kelompok Tani, Babinsa Ingatkan Pengurus Terpilih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *